
Padahal pada manusia ada dua peringatan yaitu:
- Pertama: yang alami.
- Kedua: kedatangan ajaran Islam.
Di antara sifat nafsu manusia itu ialah sangat mementingkan diri, didorong pula oleh syaitan yang senantiasa menghasut manusia agar manusia lupa dengan peringatan baik itu peringatan alami maupun peringatan dari Allah Taala.
Karena sangat mementingkan diri itu, setiap orang suka kalau kebaikan dan kesenangan itu berlonggok dan bertumpuk pada dirinya saja, tapi kepada orang lain biarlah berlonggok dan bertumpuk berbagai macam kesusahan dan masalah.
Padahal apabila kita mementingkan diri dan menimpakan berbagai kesusahan dan masalah kepada orang lain atau membiarkan berbagai masalah terjadi kepada orang lain, orang lain akan membenci, marah dan bertindak kepada orang lain pula. Akhirnya apa yang akan terjadi, yaitu orang yang susah menimpakan kesusahan kepada orang lain karena sakit hati, maka orang yang senang tadi mendapat kesusahan pula. Akibatnya orang senang tadi senasib dengan orang yang susah. Mereka mendapat kesusahan juga. Cuma kesusahan itu bentuk dan sifatnya saja tidak sama. Namun semua orang mendapat kesusahan karena tidak mengambil peringatan tadi. Baik peringatan alami mahupun peringatan dari Allah Taala.
" Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya. Kenapa kamu tidak tolong menolong ?" [ As Saffaat 24-25]

No comments:
Post a Comment